14 Oct 2022

Hard Skill vs Soft Skill

Hallo Sobat Dahsyat…..

Hard skill dan soft skill sepertinya bukan istilah yang asing lagi bagi sebagian orang. Terutama bagi para fresh graduate, pencari kerja, atau pekerja.

Ketika mau melamar sebuah pekerjaan, kita pasti mencantumkan hard skill dan soft skill yang kita miliki di Curriculum Vitae (CV) agar perekrut tahu bahwa kita memenuhi requirements yang diberikan perusahaan.

Tapi, kamu pernah nggak bingung dan nggak tahu harus mencantumkan skill apa aja di dalam CV? Bahkan nggak jarang masih susah membedakan dan sering tertukar antara hard skill dan soft skill. Karena nggak bisa bedain, akhirnya malah jadi skill yang tertukar. Hard skill ditaruh di soft skill, dan soft skill ditaruh di hard skill.

Perbedaan Hard Skill Dan Soft Skill

HARD SKILL

Hard skill adalah keterampilan atau pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan. Misalnya, untuk pekerjaan Network Engineer, maka hard skill yang harus dimiliki adalah paham standar OSI Layer 7, subnetting IP, routing, switching, dan lainnya.

Hard skill adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan terukur. Umumnya, hard skill bisa dipelajari dan dikembangkan melalui pendidikan formal, kursus, pelatihan perusahaan, atau sertifikasi. Nah, ijazah, sertifikat pelatihan, atau penghargaan adalah contoh alat untuk mengukur seberapa kamu menguasai hard skill tertentu. Selain menunjukkan seberapa kemampuan kamu terhadap suatu hard skill berdasarkan nilai, ijazah dan sertifikat juga merupakan bukti yang nyata kalau kamu memang benar-benar menguasai hard skill tersebut.

SOFT SKILL

Soft skill adalah atribut pribadi atau bisa juga disebut kemampuan interpersonal yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Soft skill, lebih menunjukkan bagaimana cara kamu berinteraksi dengan orang lain.

Kalau hard skill adalah kemampuan yang spesifik, soft skill sifatnya lebih general. Maksudnya, soft skill adalah kemampuan yang dibutuhkan oleh pekerjaan apapun. Misalnya, komunikasi, manajemen waktu, motivasi, kecerdasan emosional, dan lainnya. Apapun pekerjaanmu, pasti perlu kemampuan komunikasi, manajemen waktu, kecerdasan emosional, motivasi kerja, dan soft skill lainnya untuk mendukung kinerja mereka.

HARD SKILL DAN SOFT SKILL, KEDUANYA SAMA-SAMA PENTING

Mungkin ada yang berpikir hard skill lebih penting daripada soft skill. Karena hard skill bisa membantu kita bekerja dengan baik. Tapi soft skill juga nggak kalah penting, loh. Charles Riborg menuliskan di laporannya yang berjudul A Study of Engineering Education bahwa 85% kesuksesan dalam pekerjaan didukung oleh soft skill, dan 15%nya didukung oleh hard skill.

Di tahap melamar kerja, hard skill bisa membuat kamu diundang interview karena memenuhi kualifikasi yang ada. Tapi, soft skill bisa membuatmu lolos interview dan diterima kerja. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, kamu bisa menjawab rentetan pertanyaan wawancara dengan baik. Dan dengan hard skill yang baik, kamu bisa membuktikan kalau keahlianmu sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan.

Ketika sudah bekerja, hard skill tentu saja membantumu menyelesaikan pekerjaan. Tapi soft skill membantumu bertahan dan berkembang. Dalam bekerja, pasti diperlukan koordinasi, komunikasi, problem solving, dan lainnya. Dengan soft skill yang baik, masalah-masalah pekerjaan bisa kamu selesaikan dengan baik.

Jadi, hard skill dan soft skill sama-sama penting untuk dipelajari dan dikembangkan, ya. Karena kombinasi keduanya sangat berpengaruh untuk pekerjaan.

Anda juga bisa dapatkan motivasi seputar soft skill dan hard skill dari ASB IndonesiaMotivation For Life dimana anda akan dipandu oleh mentor yang sangat berpengalaman dibidangnya. Bukan hanya itu, anda juga bisa konsultasi dengan tim kami cukup klik tombol WA dipojok kanan bawah.